Pengertian Qada dan Qadar
Qada adalah ketetapan Allah yang tercatat di Lauhulmahfuz sejak zaman azali (sebelum alam semesta diciptakan). Qadar adalah perwujudan ketetapan Allah dalam ukuran dan bentuk yang telah ditentukan. Iman kepada qada dan qadar berarti mempercayai segala ketentuan hidup yang telah digariskan Allah bagi setiap makhluk-Nya.
Takdir Mubram
Takdir Mubram adalah takdir yang terjadi pada diri manusia dan tidak dapat diusahakan atau diubah. Contoh: jenis kelamin, ciri-ciri fisik, ajal, dan rezeki yang sudah ditetapkan. Empat perkara yang ditulis Malaikat saat peniupan ruh (usia 120 hari): ilmu/perbuatan, rezeki, umur, dan nasib surga/neraka.
Takdir Mualak
Takdir Mualak adalah takdir yang masih dapat diubah melalui usaha dan ikhtiar manusia. 'Mualak' berarti sesuatu yang digantungkan — mengikutsertakan peran manusia. Contoh: kesehatan — sakit bisa sembuh dengan berobat, kepandaian — dengan belajar tekun, kekayaan — dengan kerja keras, keberhasilan dan kesuksesan. Takdir bisa berubah karena doa dan perbuatan baik seperti silaturahmi, berbakti pada orang tua, dan menyantuni yatim.
Kaitan Takdir, Ikhtiar, dan Tawakal
Ikhtiar adalah usaha sungguh-sungguh. Doa adalah komunikasi dengan Allah. Tawakal adalah melepaskan diri dari ketergantungan selain Allah setelah berusaha maksimal. Manusia berusaha, berdoa, lalu menyerahkan hasil akhir kepada Allah. Lima perilaku yang mencerminkan iman kepada qada dan qadar: ikhtiar, tawakal, syukur, takwa, qanaah, dan sabar.
ۖقُل لَّن يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا
“Katakanlah: 'Tidak akan menimpa kami sesuatu pun melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami.'”
Poin Pembelajaran
Memahami Qada dan Qadar
Meyakini bahwa segala ketentuan hidup telah ditetapkan Allah sejak azali dan diwujudkan sesuai kehendak-Nya.
Membedakan Takdir Mubram dan Mualak
Mengetahui mana takdir yang tidak bisa diubah (mubram) dan mana yang bisa diubah dengan ikhtiar (mualak).
Mengoptimalkan Ikhtiar, Doa, dan Tawakal
Berusaha maksimal, berdoa dengan sungguh-sungguh, lalu berserah diri kepada Allah atas hasil akhirnya.