BAB 2: AKHLAK4 MIN BACA

Membiasakan Tabayyun, Menjauhi Ghibah

Di era digital, kemampuan memverifikasi informasi menjadi sangat penting. Islam mengajarkan tabayun sebagai sikap tidak tergesa-gesa dalam menilai sesuatu dan selalu mencari kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.

Pengertian Tabayun

Tabayun berasal dari kata tabayyana yang berarti jelas, terang, dan tampak. Menurut Quraish Shihab, tabayun berarti telitilah dan bersungguh-sungguh. Tabayun adalah sikap tidak tergesa-gesa dalam menilai sesuatu dengan didahului upaya mencari informasi yang benar sehingga isinya dapat dipertanggungjawabkan.

Kandungan QS. Al-Hujurat [49]: 6

Ayat ini memerintahkan: jika seorang fasik datang membawa berita penting, jangan tergesa-gesa menerimanya. Telitilah kebenarannya agar tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan yang akhirnya menyesal. Ini menjadi landasan utama tentang tabayun dalam Islam.

Langkah-Langkah Bertabayun

Dua langkah utama: (1) Membaca — mencari informasi untuk diteliti, membedakan berita benar dan salah. (2) Bertanya — kepada orang yang mempunyai pemahaman lebih dan dapat dipercaya. Ciri tabayun: mempunyai manfaat, memastikan sumber informasi, waktu dan tempat informasi benar, serta klarifikasi bebas dari kesalahan.

Pengertian Ghibah

Ghibah secara etimologi berarti ghaib atau tidak hadir. Secara syar'i, ghibah adalah menceritakan seseorang yang tidak di tempat dengan sesuatu yang tidak disukainya, baik aib badan, keturunan, akhlak, perbuatan, urusan agama, maupun dunia.

Dampak Buruk Ghibah

Ghibah menguras emosi dan merusak suasana hati, merusak reputasi diri, membuat orang lain resah, memudahkan pelaku menghakimi, merusak relasi, dan dapat menyebabkan depresi, bullying, serta masalah fisik dan mental. Cara menghindari: jangan mudah percaya informasi tidak jelas, tahan diri untuk tidak berkomentar, hentikan kebiasaan membicarakan orang lain di belakang.

Dalil Naqli
QS. Al-Hujurat [49]: 6

ۖيٰاَىُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُواْ

Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya.